Rabu, 15 Juli 2015

cerita gue ketika gue gagal berulang kali



Ini cerita gue ketika gue lulus dari bangku SMA.
Gue tidak pernah menyangka mencari jalan kehidupan begitu sulit.
Gue harus meninggalkan kedua orang tua gue dan merantau ke kota lain sendirian Cuma untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Gue harus relain beberapa hal . salah satunya adalah ngak ikut merayakan kelulusan bersama teman-teman . Gue sudah memimpikan hal tersebut sebelum Gue masuk SMA .
Sedikit tentang masa sekolah gue.
Gue mungkin terlahir sebagai PEJUANG. Kenapa gue bilang seperti ini?. Setelah gue lulus TK gue tidak bisa masuk di SD yang gue inginkan karena pada saat itu umur gue tidak cukup dan gue tidak begitu pandai membaca.
Gue tidak tau apakah itu Cuma alasan mereka atau memang prosedur pendidikan di Indonesia mngharuskan anak TK bisa membaca.
Gue berusaha keras untuk bisa membaca dan akhirnya  gue di terima di salah satu SD negeri di kota gue. Itu baru perjuangan pertama gue. Semasa gue SD selama 6 tahun gue berusaha untuk tetap masuk 10 besar di sekolah,ketika memasuki SMP perjuangan gue belum berakhir gue masih tetap harus mempertahankan prestasi gue.
Mungkin untuk masuk SMA gue tidak begitu susah. Tapi mempertahankan nilai semasa SMA yang begitu sulit bagi gue.Gue jatuh bangun mempertahankan semua nilai. Waktu kelas 10 gue berusaha mati-matian untuk menyukai pelajaran ALAM,dan akhirnya gue berhasil naik ke kelas 11 dengan jabatan sebagai anak Alam di salah satu SMA swasta di kota gue.
Gue berusaha mencintai kelas Alam,semua pelajaran .Dan ketika gue lulus SMA dan memilih Fakultas kedokteran ,gue pikir mudah “Lulus SMA , tes,kuliah,koas, sarjana kedokteran” tapi ternyata mimpi tak selalu sesuai kenyataan.
Gue terdaftar sebagai peserta SNMPTN dan gue gagal, gue terdaftar sebagai peserta SBMPTN dan gue gagal juga.
Tanggal 15 juli 2015 gue udah 7x gagal masuk universitas fakultas kedokteran.Gue iri sama beberapa teman gue yang begitu mudah menolak SNMPTN demi pacar atau demi perasaan. “Ada yang udah pasti buat lo dan lo tolak sedangkan gue?gue harus mati-matian demi 1 universitas yang mau menerima gue!”
Ini yang selalu gue katakan ketika melihat mereka .
Tiap gue gagal gue selalu berdoa dan yakin kalau gue pasti lulus tapi kenyataannya setiap tes yang gue ikuti gue pasti selalu gagal.
Malam ini gue nangis untuk kesekian kalinya karena gue di tolak lagi sama PTN. Beberapa jalur sudah gue coba SNM,SBM,MANDIRI,UMBPTN,bahkan swasta.gue udah usaha,yang biasanya gue malu dan gengsi buat nangis dihadapan papa mama gue terjadi juga.
Gue nangis minta maaf dan minta doa dari mereka. Gue bahkan ngak lupa untuk selalu berdoa,gue gak pernah ninggalin Tuhan ,sampai terkadang gue berfikir “kenapa Engkau tinggalkan ku sendirian Tuhan?” gue nangis sejadi-jadi sambil dengerin lagu rohani. Tapi gue sadar gue bodoh kalau gue nyalahin Tuhan. Ngak sepantasnya gue ngomong gitu pada Tuhan yang sudah ngasih gue nafas kehidupan sampai saat ini.
Gue masih ingat ,gimana wajah bangga dan senangnya papa mama gue waktu ngelihat rapot gue dari gue SD. Tapi gue juga bisa liat ,gimana kecewanya mereka sekarang. Mereka coba sembunyikan semuanya dari gue , emang gue masih bisa swasta. Mereka bilang mereka akan berusaha dan mampu membiayai gue tapi setidaknya gue ingin ngurangin  beban mereka dengan masuk di PTN ,karena biayanya jauh lebih murah. Tapi sayang gue tidak di takdirkan masuk PTN.
Waktu gue gagal SBM papa gue ngomong “ kamu boleh nangis nak, tapi jangan kelamaan ntar kamu sakit. Tidak usah terlalu sedih, bukan kamu aja yang gagal .ribuan peserta juga gagal seperti kamu. Papa akan usaha apapun buat kamu tapi ingat kamu jangan sampai lupa makan. Kesehatan selalu yang utama” mama gue juga ngomong hal yang sama dan ketika gue dengar semua itu air  mata gue mengalir semakin deras.
 Gue teringat sebuah firman Tuhan, “Mintalah maka akan diberikan padamu,carilah maka kamu akan mendapatkan, ketoklah maka pintu akan dibuka kan bagimu. Karena setiap orang yang meminta ,menerima dan setiap orang yang mencari,mendapatkan dan setiap orang yang mengetok baginya pintu dibukakan”
Gue punya ribuan teman yang selalu nyemangatin gue .walaupun gue punya pacar tapi gue merasa gue gak punya pacar,. It’s simple saat gue butuh dia malah teman-teman gue yang datang . saat gue butuh di hibur malah dia ngajak gue bertengkar. Gue nyesal pernah terlalu sayang sama dia dan lupa dengan kewajiban gue sebagai anak dan pelajar.
Gue gak butuh pendamping hidup saat ini ,yang gue butuhin adalah universitas yang mau nerima gue sebagai mahasiswa di sana.
Gue janji jika gue mendapatkannya gue gak akan sia-sia kan .
Gue akan mewujudkan cita-cita gue dan membahagiakan kedua orang tua gue.
Gue bangkit ketika gue jatuh karena gue punya mimpi dan keyakinan.
Mungkin sekarang gue menabur benih sambil mencucurkan air mata tapi gue yakin suatu saat nanti gue akan menuai hasilnya sambil bersorak-sorai karena gue tidak akan menyerah dan berhenti sampai disini.
Gue punya Tuhan yang sudah merencanakan sesuatu buat kehidupan gue ,yang Dia ingin dari gue saat ini gue harus percaya,sabar dan tetap tegar dan yang harus gue lakukan di dunia ini hanya “Berusaha,dan tetap percaya pada JanjiNya” karena gue percaya janji Tuhan “Ya dan Amin!” seperti pelangi sehabis hujan itulah janji Tuhan, seperti Fajar pagi hari Dia takkan terlambat memberikan,.
Buat kita yang masih berusaha dan mencari Universitas ingat “He will give us nothing,but the best”
Bukan kalian saja yang pernah gagal aku juga.
# Fifin Rerung Tandi Sole 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar