Ini cerita gue ketika gue lulus dari bangku SMA.
Gue tidak pernah menyangka mencari jalan kehidupan begitu
sulit.
Gue harus meninggalkan kedua orang tua gue dan merantau ke
kota lain sendirian Cuma untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Gue harus relain beberapa hal . salah satunya adalah ngak
ikut merayakan kelulusan bersama teman-teman . Gue sudah memimpikan hal
tersebut sebelum Gue masuk SMA .
Sedikit tentang masa sekolah gue.
Gue mungkin terlahir sebagai PEJUANG. Kenapa gue bilang
seperti ini?. Setelah gue lulus TK gue tidak bisa masuk di SD yang gue inginkan
karena pada saat itu umur gue tidak cukup dan gue tidak begitu pandai membaca.
Gue tidak tau apakah itu Cuma alasan mereka atau memang
prosedur pendidikan di Indonesia mngharuskan anak TK bisa membaca.
Gue berusaha keras untuk bisa membaca dan akhirnya gue di terima di salah satu SD negeri di kota
gue. Itu baru perjuangan pertama gue. Semasa gue SD selama 6 tahun gue berusaha
untuk tetap masuk 10 besar di sekolah,ketika memasuki SMP perjuangan gue belum
berakhir gue masih tetap harus mempertahankan prestasi gue.
Mungkin untuk masuk SMA gue tidak begitu susah. Tapi
mempertahankan nilai semasa SMA yang begitu sulit bagi gue.Gue jatuh bangun
mempertahankan semua nilai. Waktu kelas 10 gue berusaha mati-matian untuk
menyukai pelajaran ALAM,dan akhirnya gue berhasil naik ke kelas 11 dengan
jabatan sebagai anak Alam di salah satu SMA swasta di kota gue.
Gue berusaha mencintai kelas Alam,semua pelajaran .Dan
ketika gue lulus SMA dan memilih Fakultas kedokteran ,gue pikir mudah “Lulus
SMA , tes,kuliah,koas, sarjana kedokteran” tapi ternyata mimpi tak selalu
sesuai kenyataan.
Gue terdaftar sebagai peserta SNMPTN dan gue gagal, gue
terdaftar sebagai peserta SBMPTN dan gue gagal juga.
Tanggal 15 juli 2015 gue udah 7x gagal masuk universitas
fakultas kedokteran.Gue iri sama beberapa teman gue yang begitu mudah menolak
SNMPTN demi pacar atau demi perasaan. “Ada yang udah pasti buat lo dan lo tolak
sedangkan gue?gue harus mati-matian demi 1 universitas yang mau menerima gue!”
Ini yang selalu gue katakan ketika melihat mereka .
Tiap gue gagal gue selalu berdoa dan yakin kalau gue pasti
lulus tapi kenyataannya setiap tes yang gue ikuti gue pasti selalu gagal.
Malam ini gue nangis untuk kesekian kalinya karena gue di
tolak lagi sama PTN. Beberapa jalur sudah gue coba
SNM,SBM,MANDIRI,UMBPTN,bahkan swasta.gue udah usaha,yang biasanya gue malu dan
gengsi buat nangis dihadapan papa mama gue terjadi juga.
Gue nangis minta maaf dan minta doa dari mereka. Gue bahkan
ngak lupa untuk selalu berdoa,gue gak pernah ninggalin Tuhan ,sampai terkadang
gue berfikir “kenapa Engkau tinggalkan ku sendirian Tuhan?” gue nangis
sejadi-jadi sambil dengerin lagu rohani. Tapi gue sadar gue bodoh kalau gue
nyalahin Tuhan. Ngak sepantasnya gue ngomong gitu pada Tuhan yang sudah ngasih
gue nafas kehidupan sampai saat ini.
Gue masih ingat ,gimana wajah bangga dan senangnya papa mama
gue waktu ngelihat rapot gue dari gue SD. Tapi gue juga bisa liat ,gimana
kecewanya mereka sekarang. Mereka coba sembunyikan semuanya dari gue , emang
gue masih bisa swasta. Mereka bilang mereka akan berusaha dan mampu membiayai
gue tapi setidaknya gue ingin ngurangin
beban mereka dengan masuk di PTN ,karena biayanya jauh lebih murah. Tapi
sayang gue tidak di takdirkan masuk PTN.
Waktu gue gagal SBM papa gue ngomong “ kamu boleh nangis
nak, tapi jangan kelamaan ntar kamu sakit. Tidak usah terlalu sedih, bukan kamu
aja yang gagal .ribuan peserta juga gagal seperti kamu. Papa akan usaha apapun
buat kamu tapi ingat kamu jangan sampai lupa makan. Kesehatan selalu yang
utama” mama gue juga ngomong hal yang sama dan ketika gue dengar semua itu
air mata gue mengalir semakin deras.
Gue teringat sebuah
firman Tuhan, “Mintalah maka akan diberikan padamu,carilah maka kamu akan
mendapatkan, ketoklah maka pintu akan dibuka kan bagimu. Karena setiap orang
yang meminta ,menerima dan setiap orang yang mencari,mendapatkan dan setiap
orang yang mengetok baginya pintu dibukakan”
Gue punya ribuan teman yang selalu nyemangatin gue .walaupun
gue punya pacar tapi gue merasa gue gak punya pacar,. It’s simple saat gue
butuh dia malah teman-teman gue yang datang . saat gue butuh di hibur malah dia
ngajak gue bertengkar. Gue nyesal pernah terlalu sayang sama dia dan lupa
dengan kewajiban gue sebagai anak dan pelajar.
Gue gak butuh pendamping hidup saat ini ,yang gue butuhin
adalah universitas yang mau nerima gue sebagai mahasiswa di sana.
Gue janji jika gue mendapatkannya gue gak akan sia-sia kan .
Gue akan mewujudkan cita-cita gue dan membahagiakan kedua
orang tua gue.
Gue bangkit ketika gue jatuh karena gue punya mimpi dan
keyakinan.
Mungkin sekarang gue menabur benih sambil mencucurkan air
mata tapi gue yakin suatu saat nanti gue akan menuai hasilnya sambil
bersorak-sorai karena gue tidak akan menyerah dan berhenti sampai disini.
Gue punya Tuhan yang sudah merencanakan sesuatu buat
kehidupan gue ,yang Dia ingin dari gue saat ini gue harus percaya,sabar dan
tetap tegar dan yang harus gue lakukan di dunia ini hanya “Berusaha,dan tetap
percaya pada JanjiNya” karena gue percaya janji Tuhan “Ya dan Amin!” seperti
pelangi sehabis hujan itulah janji Tuhan, seperti Fajar pagi hari Dia takkan
terlambat memberikan,.
Buat kita yang masih berusaha dan mencari Universitas ingat
“He will give us nothing,but the best”
Bukan kalian saja yang pernah gagal aku juga.
# Fifin Rerung Tandi Sole
Tidak ada komentar:
Posting Komentar